Get me outta here!

Thursday, July 8, 2021

Mengungkap Fakta Tentang Ivermectin Sebagai Obat Virus Corona

Ivermectin ramai diperbincangkan sebagai salah satu obat Covid-19. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa obat ivermectin lebih murah daripada vaksinasi. Apa itu ivermectin dan apakah benar bisa mengobati Covid-19?

Mengungkap Fakta Tentang Ivermectin Sebagai Obat Virus Corona

Apa itu ivermectin?

Ivermectin adalah obat untuk mengobati strongyloidiasis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang yang hidup di dalam tubuh manusia.

Obat yang biasa disebut dengan Ivermax ini termasuk golongan anthelmintik yang bekerja dengan cara membunuh larva cacing dan cacing gelang dewasa sehingga berhenti berkembang biak. Selain itu, obat yang relatif keras ini juga terkadang digunakan untuk mengobati kudis atau kudis, serta kutu rambut.

Ivermectin adalah obat antiparasit yang harus dibeli dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter. Invermectin bukan obat antivirus yang bisa mengobati penyakit yang di akibatkan oleh virus.

Ivermectin sebagai obat Covid-19

Banyak yang menyatakan bahwa invermectin memilki manfaat untuk mengobati virus corona. Hal ini di perkuat oleh penelitian yang di lakukan di autralia bahwa ivermectin ini mampu menangkalvirus corona.

Ivermectin diyakini memiliki efek antivirus yang berhasil mengurangi angka perkembangan virus dalam waktu 48 jam. Ivermectin bekerja dengan cara menghambat protein yang membawa virus penyebab Covid-19 ke dalam inti tubuh manusia.

Jika virus tidak dapat masuk ke dalam inti sel, maka ia tidak akan memperbanyak diri (replikasi). Hal tersebut yang dipercaya dapat mencegah penambahan jumlah virus dalam tubuh sehingga infeksi tidak bertambah parah.

Studi ini juga ditandai dengan menurunnya jumlah virus secara signifikan dalam sel yang telah dilakukan uji coba di laboratorium. Akan tetapi, studi ini baru dilakukan pada sel-sel yang diekstraksi yang terdapat di laboratorium.

Hingga saat ini, uji coba obat ivermectin Covid-19 pada tubuh manusia belum dilakukan. Selain itu, studi terpisah dimuat dalam Journal of Bangladesh College of Physicians and Surgeons, menunjukkan bahwa ivermectin dapat mempercepat proses pemulihan pasien Covid-19.

Studi kecil yang dilakukan pada 100 pasien positif Covid-19 di Bangladesh ini melakukan uji coba kombinasi obat ivermectin dan doxycycline. Hasilnya, diketahui bahwa kombinasi kedua obat ini bekerja lebih baik dalam mengurangi gejala dan mempercepat proses penyembuhan Covid-19.

Kendati demikian, peneliti menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan keefektifan pengobatan kombinasi ivermectin dan doxycycline karena jumlah partisipan yang sedikit dan tidak melibatkan kelompok kontrol.

Apakah ivermectin sebagai obat Covid-19 efektif digunakan?

Penelitian mengenai ivermectin sebagai obat Covid-19 memiliki potensi antiviral baru diuji secara in-vitro di laboratorium Itu artinya, efektivitas ivermectin sebagai obat Covid-19 masih sangat terbatas dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) menegaskan tidak menganjurkan penggunaan ivermectin untuk mengobati Covid-19.  Walaupun penggunaan obat ivermectin telah disetujui pada manusia dan hewan, ivermectin belum disetujui untuk digunakan sebagai tindakan pencegahan atau pengobatan Covid-19.

FDA menyatakan bahwa penelitian yang sudah diterbitkan belum menggambarkan dampak ivermectin pada SARS-Cov-2 dalam pengujian laboratorium. Uji coba yang dilakukan masih pada tahap awal pengembangan obat sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan keefektifannya sebagai obat Covid-19.

Di Indonesia sendiri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), melalui siaran persnya, juga menyatakan bahwa masih memerlukan uji klinik lebih lanjut untuk membuktikan keamanan, khasiat, dan efektivitas ivermectin sebagai obat Covid-19.

Maka dari itu, masyarakat tidak dianjurkan membeli obat ivermectin secara bebas di apotek tanpa resep dokter sebagai pengobatan atau pencegahan Covid-19, kecuali bila sudah teruji klinis sebagai obat Covid-19 yang sah.